Halo, ketemu lagi dengan saya citra disini.
Ini merupakan pengalaman paling mengerikan di hidup saya. Sebenarnya suami saya tahu kalau saya punya 3 sahabat sinting dan dia tidak pernah mempersalahkan itu.
Waktu itu adalah hari pernikahan saya, pada awalnya semua berjalan lancar, hingga saatnya matahari meninggalkan bumi, dan 3 orang setan pun mulai beraksi.
Saya memang paling muda dan paling sering diusili oleh semuanya, tapi saya tidak mengira bahwa mereka akan menggangu saya hingga hari paling penting di hidup saya.
Setelah resepsi pernikahan selesai, kami pun beristirahat sejenak di gedung resepsi sebelum pergi ke hotel yang telah dipesan.
Singkat cerita, setelah selasai basa-basi dengan keluarga kamipun berpamitan kepada sanak keluarga. Sengaja HP saya matikan agar tidak diganggu oleh 3 roh gentayangan tersebut.
Setelah sampai dihotel pertunjukan pun langsung dimulai, jika pada awalnya kami hanya melakukan peeting, atau cuman sekedar mengulum penis dan jilat vagina, serta menggesekkan belahan vagina saya ke penis, kini kami bebas untuk memasukan semuanya.
Baru saja memasuki kamar, Adi langsung menutup pintu, kemudian melumat bibirku sampai basah. Dengan bibir yang saling bertautan kamipun dengan cekatan melepaskan baju masing-masing.
Kini aku dan Adi sudah bugil, saat tangan suamiku meremas-remas payudara kiriku, akupun tidak tinggal diam, kuarahkan tangan kananku untuk mengocok penisnya.
setelah puas saling berciuman, akupun akhirnya pasrah diranjang, aku sudah siap untuk diperawani oleh Adi. Awalnya Adi kesulitan memasukkan penisnya yang besar itu. Mungkin perlu belasan kali percobaan hingga akhirnya kontol Adi tertancap di vagina ku, akupun telah berkali-kali berteriak kesakitan, namun Adi selalu membius bibirku menggunakan bibirnya.
"Sakit ya say" kata Adi
"Iya, perih" jawabku singkat.
"Kalo begitu biarin aja dulu di dalam, gak usah dikocok dulu vaginanya" lanjut Adi
"Heeh" sahutku singkat.
Mas Adi memang tipe cowokk romantis yang tahu kapan harus mengalah dan mengambil keputusan.
Akhirnya mas Adi merebahkan tubuhnya ke tubuhku sambil penisnya masih tertancap di vaginaku.
Kini kami benar-benar menyatu, kami berciuman sembari merasakan kehangatan kelamin masing-masing.
Aku dan Adi larut dalam kenikmatan yang tak pernah terbayangkan, hingga kami tidak menyadari apa yang telah terjadi, entah siapa yang memulai lebih dulu, yang pasti penis mas Adi sudah bergerak keluar masuk mengocok vaginaku.
Beberapa kali terdengar suara basah antara kelamin kami, mungkin itulah yang disebut dengan darah perawan. Heeee.
Kini aku sudah berada di puncak kenikmatan, kutarik badan mas Adi agar segera melumat bibirku, kubisikkan ke telinganya dengan nafas terengah-engah, "aku hampir keluar mas".
Mas adi mempercepat kocokannya sembari tetap melumat bibirku, kami berdua orgasme hampir bersamaan, Aku orgasme lebih dahulu, namun teriakkanku tertahan oleh bibirnya. Dan Adi menyusul satu menit kemudian, dia melepas bibirku kemudian menggigit puting payudaraku saat orgasme.
Lagi-lagi satu kalimat manis keluar dari bibirnya, "I love You Honey" kemudian dia mengecup keningku dan kembali melumat bibirku, kurasakan penisnya sudah tidak memenuhi dinding vaginaku lagi, mungkin kini penisnya sudah menyusut. Kurasakan banyak sekali cairan dalam vaginaku, darah dan sperma kini bercampur di dalam sana. Tapi aku tidak ingin buru-buru menyuruh Adi mencabut penisnya, karena aku tetap ingin larut dalam kehangatan ini.
Sempat aku berpikir bahwa ini adalah hari terbaik dalam hidupku, ternyata aku salah. 3 sahabat karibku lagi-lagi melakukan hal konyol. Hal konyol apakah itu. Tunggu postingan selanjutnya dari ku ataupun dari mereka bertiga.
Bersambung...
Birahi Malam Pertama Yang Hancur Berantakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar